LGBT
fenomena LGBT kini tengah ramai diperbincangkan
khususnya di indonesia. mungkin jika di As misalnya, kasus LGBT tidaklah
seheboh ini. bahkan LGBT merupakan sesuatu yang biasa-biasa saja. di eropa juga
demikian, bahkan di beberapa negara di Asia juga menganggap LBGT sebagai hal
yang lumrah. di AS misalnya pernikahan sesama jenis telah di sahkan karena
merupakan salh satu hak asasi manusia yang harus dilindungi.
namun, ini bukanlah di AS, EROPA, atau negara-negara
yang sepaham dengan mereka. ini indonesia yang beridiologikan pancasila. LGBT
jelas telah bertentangan dengan idiologi dan nilai-nilai kehidupan bangsa
indonesia. di indonesea hubungan resmi/sah yang dikenal iyalah hubungan suami
istri antara laki-laki dengan perempuan. dan tidak di izinkan atau diberlakukan
hubungan/pernikahan sesama jenis karena telah menyalahi kodrat alam.
bukan sesuatu yang layak untuk di dukung atau di
biarkan hidup tumbuh dan berkembang di tengah-tengan masyarakat karena jelas
akan memberikan dampak yang buruk, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang
tengah mengalami pertumbuhan. namun tidak menutup kemungkinan pula akan
memberikan dampak negatif bagi yang dewasa, karena godaan dan pengaruh yang
berkembang dan perlahan menjadi budaya akan berimbas buruk di kemudian hari
tanpa megenal bats usia.
sebut saja, perkembangan teknologi, gadjet budaya
sosmed, dari kalangan anak-anak bahkan samapi yang tua bak terhipnotis. kini
kita memiliki dua dunia yaitu dunia maya dan dunia nyata. bahkan sekarang
ibarat dunia nyata lebih tersa maya sedang dunia maya seakan adalah dunia kita
yang sesungguhnya. hal tersebut karena waktu kita yang semakin banyak tersita
oleh kehidupan di dunia maya.
hal serupa dapat pula terjadi pada kasus LBGT, tidak
menutup kemungkinan, jika hal ini terus terjadi tanpa ada tindakan yang tegas,
beberapa tahun kemudian kasus LBGT akan semakin meningkat di dukung dengan
tingkat pergaulan yang semakin bebas dan tidak terarah. nilai-nilai kehidupan
kini mulai ditanggalkan, anak-anak jaman sekarang menganggapnya sebagai budaya
kuno yang tak lagi jamannya.
olehnya itu, sebelum terlambat penindakan dan
pencegahan secara dini harusnya dilakukan dari sekarang terhadap kasus LBGT.
pelaku LBGT harusnya di tuntun dan di arahkan, karena di sisi lain mereka juga
merupakan korban yang butuh bimbingan, perhatian dan kasih sayang.
mungkin LBGT adalah pilihan hidup mereka, tapi di
hati mereka ada keinginan untuk lari, tapi daya mereka melawan tak jua sampai.
karenanya, kita harus lebih dekat dengan mereka, bukan menjauh atau mengucilkan
mereka, bukan menghina atau mengolok-olok mereka. kita harus bisa menjadi teman
yang bisa membuat mereka nyaman dan percaya bahwa mereka bisa kembali menjalani
kehidupan normal seperti layaknya manusia lain pada umumnya.
usaha kita harus 1000% lebih besar daripada mereka,
kita tidak boleh kalah dan menyerah terhadap pelaku-pelaku LBGT, karena mungkin
mereka demikian oleh faktor hilangnya kepercayaan diri mereka yang tidak mampu
lagi mereka kendalikan dan godaan yang tidak dapat merka tahan. kehidupan keras
yang mereka jalani, kerapuhan, rasa sakit dan luka yang mereka derita yang tak bisa
lagi dibendung dan tak mampu lagi mereka simpan. kekuatan mereka untuk berdamai
yang mulai rapuh dan terkikis oleh derasnya ombak pengaruh lingkungan dan
pergaulan bebas, seks bebas yang menggiurkan
yang menjadi ladang pelampiasan mereka.
optimisme kita untuk membantu mereka, jelas akan
memberikan pengaruh yang positif bagi mereka. karena mereka bukanlah
krininilitas yang harus di benci dan dijahui. mereka bukanlah kotoran yang
harus di buang dan di singkirkan, mereka bukanlah parasit yang harus di bunuh.
mereka sama seperti kita yang pada umumnya mencari kedamaian dan kebahagiaan
hidup hanya cara dan jalan kita yang kemudian tak searah, bukan berarti kita tidak akan lagi sejalan. karena kemungkinan di jalan berikutnya kita akan disatukan kembali, hinggah langkah kita akan terarah pada jalan yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar